Selasa, 02 Maret 2010

Media Indonesia, Senin, 29 Juli 2002





DPRD Malang Dukung Pemkot Beli Arema
(Embedded image moved to file: pic27734.gif)
MALANG (Media): Iktikad Pemerintah Kota (Pemkot) Malang membeli Arema
mendapat sokongan dari DPRD setempat. Kalangan Dewan bahkan telah membuat
agenda khusus guna menyelamatkan klub berlogo kepala singa itu. Salah
satunya membahas besaran anggaran sebagai sarana untuk take over.


"Dewan 100% mendukung langkah itu. Banyak hal yang dapat diperoleh jika
Arema diakuisi pemerintah kota. Tim ini sudah menjadi ikon bagi masyarakat
Malang, jadi sayang kalau sampai terbang ke kawasan lain," kata Sadjid
Yassin, anggota DPRD Kota Malang, Sabtu (27/7) lalu.

hanya saja Dewan meminta yayasan Arema tidak mematok harga terlalu mahal
sehingga sesuai dengan kondisi keuangan pemkot. Paling tidak, antara kedua
belah pihak terdapat titik temu yang memuaskan seluruh publik bola di Kota
Dingin itu. Jika tidak, sangat sulit mempertahankan eksistensi Singo Edan
di Malang.


Menurut Sadjid, yang terpenting Arema selamat hingga mengikuti Kompetisi
Liga Indonesia (Ligina) mendatang. "Jika pengurus Yayasan Arema tetap
bersikukuh mematok harga tinggi, jelas susah. Jadi kita mesti memikirkan
yang terbaiklah. Apalagi mereka sendiri yang menawarkan diakuisisi,"
cetusnya.


Sementara itu, Wali Kota Malang Suyitno mengutarakan, rencana akuisisi
tersebut mesti mendapat sokongan dari semua pihak. Kalangan suporter juga
diminta untuk kompak jangan sampai merasa Arema menjadi tim 'pelat merah'
alias beraroma pemerintah.


"Saya harap (kalau nanti jadi diambil alih), semua berjalan seperti biasa.
Persema (yang kini terdegradasi ke Divisi I) juga berkompetisi sebagaimana
yang digariskan. Jadi, manajemen Arema tetap profesional, begitu pula
Persema yang diwajibkan tetap menggelar kompetisi lokal," tegas Wali Kota.


Berdasarkan proposal yang diterima pemkot, Arema masih menanggung beban
utang sebesar Rp1,7 miliar dari pihak ketiga. Sementara tim ini butuh
modal awal senilai Rp825 juta lebih dengan asumsi nilai kontrak, gaji, dan
pemain yang tidak berubah.


Di mata Wali Kota Suyitno, Arema telah menjadi aset bagi publik Kota
Malang. Selain guyuran suporter yang luar biasa, sikap mereka pun sangat
simpatik dan ditiru pendukung tim-tim lainnya. Nilai lebih tersebut harus
diselamatkan di samping beberapa cabang olahraga lain yang kini dikelola
Yayasan Arema.


"Kalau tidak salah, selain sepak bola, Arema mengelola otomotif dan tinju.
Padahal ketiga-tiganya sangat diminati masyarakat. Dalam perspektif
berbeda, yayasan ini dapat dijadikan muara, baik kaum muda maupun seluruh
komponen masyarakat Malang nntuk berkiprah," papar Suyitno. (FM/R-2)

Asal mula Punk…

29 01 2008

Sobat, ga banyak yang tahu pasti soal lahirnya kaum punk dan komunitasnya. Namun sebagian besar sumber menyatakan kalo kisah lahirnya kaum punk diawali pada tahun 1971 ketika Lester Bangs, wartawan majalah semi-underground Amerika, Creem, menggunakan istilah punk untuk mendeskripsikan sebuah aliran musik rock yang semrawut, asal bunyi, namun bersemangat tinggi. Musik tersebut dibuat dan digemari oleh para narapidana Amerika yang terkenal brutal, sadis dan psikopat. Kata punk itu sendiri lazim digunakan oleh kaum narapidana Amerika untuk nyebut partner atau pasangan pasif dalam hubungan homoseksual. Idiihh…. Sejak saat itu, para napi disana seringkali menggunakan istilah punk dan punkers. So, buat kamu yang ngakunya punkers, segera sadar deh. Ga mau kan, kalo punya sebutan si Jablay yang doyannya “mangga” makan “mangga”. Ih amit-amit lho. And by the way, penggunaan kata punk sendiri hingga saat ini dipakai sebagai kata sifat untuk sesuatu hal yang dianggap buruk dan tak berguna alias sampah. Tuh kan.